Selasa, 12 Juli 2011

BUPATI KABUPATEN PANIAI MENJAWAB MOTTO “Awetako Enaa Agapida” DENGAN PEMEKARAN KABUPATEN DEIYAI dan INTAN JAYA

BUPATI KABUPATEN PANIAI MENJAWAB MOTTO “Awetako Enaa Agapida” DENGAN PEMEKARAN KABUPATEN DEIYAI dan INTAN JAYA

Sebuah Kritisan dan Refleksi Singkat Tentang Pemekaran kabupaten Menjawab Motto
“Awetako Enaa Agapida”

Kabupaten paniai adalah suatu kabupeten pemekaran dari kabupaten nabire, yang dimekarkan bersama kabupaten puncak jaya. Dengan alasan menganggap telah memenuhi syarat-syarat tertentu dalam pengadaan pemekaran kabupaten. Memang dapat diakui dalam perencanaan pemekarannya telah mempunyai target-target dalam pemenuhan pemekaran. Perencanaan dalam pemekaran itu menyangkut penduduk, luas wilayah, visi dan misi pembangunan dan lain sebagainya.
Kabupaten paniai mempunyai luas daerah yang cukup, penduduknya lumayan padat, kekayaan alamnya berlimpah ruah. Dengan berkeinginan membangun daerah paniai lebih maju maka pemekaran kabupaten pun ditetapan pada meja hijau mahkama konstitusi sejak 1996 yang ditanda tangani oleh Mentri Dalam Negeri (MENDAGRI). Tujuan menjadi kabupaten sendiri hanya satu yaitu membangun papua yang lebih maju, mandiri, baik secara fisik maupun non fisik. Untuk mencapai tujuan umum dalam pembangunan harus ada pemimpin (Bupati) yang mengatur, melaksanakan, pembangunan tersebut. Bupati menjadi payung dari stake holder yang ada Dalam segala aspek pembangunan di daerah dalam bidang apapun sesuai birokrasi pemerintah pusat dan merupakan jabaran atau ranting dari pemerintah pusat itu.
Kini, umur kabupaten paniai mencapai 15 tahun, berarti Kabupaten paniai cukup dewasa dalam pembangunan. Dari ketiga periode kepimimpinan baik dari Bapak Yanuarius Douw sebagai bupati kabupaten paniai yang menjabat dua perode dengan Wakil Bupati-nya pada periode kedua Bapak Naftali Yogi, S.Sos yang kini menjabat Bupati Kabupaten Paniai pada periode ketiga. Implementasi pembangunan selama 15 tahun terakhir yang kini masa jabatan Naftali Yogi,S.Sos tinggal dua bulan untuk memasuki pada periode keempat.
Pembangunan selama masa jabatannya sejak Wakil Bupati hingga Bupati pada periode ini Masyarakat merasa kesal dengan pengimplementasian pembangunan kabupaten paniai. Bila ditinjau kembali sejak Naftali Yogi, S.Sos menjabat sebagai Wakil Bupati kabupaten paniai, dalam masa jabatannya dimanfaatkan sebagai masa kampaye. Sebab Didalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Wakil Bupati dapat terlaksana dengan baik bahkan mengharumkan nama baik kabupaten paniai dengan menjuarai beberapa bidang yang dimiliki masyarakat paniai. Selain itu, memberikan bantuan kepada masyarakat, menghadiri semua undangan baik dari masyarakat pedesaan sampai pada pelosok-pelosok maupun undangan melalui gereja.
Harapan pemimpin bagi Masyarakat kabupaten paniai pada umumnya adalah seorang pemimpin yang bisa berjalan kaki dari dusun-kedusun, pelosok-kepelosok, dan memberikan perhatian bagi masyarakat bahkan mendapatkan ide-ide pembangunan dari masyarakatnya sendiri. Maka seorang Naftali bisa melaksanakannya harapan dari masyarakat melalui masa jabatan Wakil Bupati. Namun apa yang terjadi setelah menjabat Bupati Kabupaten Paniai pada periode berikutnya (2006-2011)? Apakah Naftali menjadi pemimpin yang diidam-idamkan masyarakat paniai? Bagaimana pembangunan yang telah diimplementasikan itu merupakan ide murni dari masyarakatnya sendiri? Bagaimana dengan motto pembangunan kabupaten paniai “Awetako Enaa Agapida” (Hari Esok Yang Cerah)?
Pada tanggal 29 Oktober 2009 kabupaten paniai telah mekarkan dua kabupaten secara resmi dan diundang-undangkan menjadi daerah otonom daerah baru, diantaranya kabupeten deiyai dan kabupaten intan jaya Dengan tujuan utama mempercepat akses pelayanan pembangunan. Dalam pemekaran kedua kabupaten ini Bupati kabupaten paniai Naftali Yogi, S.Sos sangat mendukung penuh bahkan memperjuangkan pemekaran kabupaten paniai melalui Tim/Panitia yang dibentuknya sehingga merasa terwujud/terkabulkan motto pembangunan yang telah ditetapkan dan digunakan selama masa jabatannya. (pengantar Bupati paniai, Eman You:x). Bupati …………menyadari dengan pemekaran akan mempersempit rentang kendali penyelenggaraan pemerintah dan akan dapat dikelola, ditata, dan dilestarikan secara krearif oleh masing masing daerah itu sendiri. Apakah makna sebenarnya motto pembangunan Awetako Enaa Agapida kabupaten paniai itu? Bisakah dengan pemekaran paniai akan bersatu, berbuaya, berdaya saing, maju, bahkan mandiri sesuai dengan visi dari kabupaten paniai?
Paniai baru yang bersatu, berbudaya, berdaya saing, maju dan mandiri merupakan visi dari kabupaten paniai. Masa jabatan bupati kabupaten paniai tinggal dua bulan. Terjawab pula Motto kabupaten paniai “awetako enaa agapida” melalui pemekaran kabupaten. Yang menjadi pertanyaan pokok adalah apakah seorang pemimpin memiliki karakteristik memimpin yang memisah-belahkan anggotanya/penduduknya? Bila disimak motto pembangunan kabupaten paniai (Awetako Enaa Agapida), maka arti motto pembangunan dalam pemekaran ini adalah hari esok yang memisahkan antara manusia yang satu dengan lainnya, Menguras potensi alam yang dimiliki kabupaten paniai secara cepat, memecah-belahkan hubungan kekerabatan dari masyarakat yang satu dengan lainnya. Bahkan menanam bibit sukuisme, familiisme, klanisme, kapungisme, didalam satu budaya, satu bahasa, satu suku, bahkan satu ideology yang menuju pada pemusnaan etnis Melanesia terlebih suku mee dikabupeten paniai.
Teman-teman seperjuangan, kalian bukan dibesarkan, dididik, dibina, dibiayai didalam motto “awetako enaa agapida”. kita (pelajar dan mahasiswa) bagaikan “anak ayam yang kehilangan induknya” harapan kita menuju hari yang cerah sudah mendung, kemandirian kita tidak diimbangi dengan kasih sayang, hidup dalam berbudaya telah rapuh dan menjadi budaya berkotak-kotak, motivasi untuk berdaya saing tinggal kenangan dan itupun akan menjadi sejarah.

Selamat jalan saudaraku “Awetako Enaa Agapida”. Engkau bukan cerah sebab kecerahan-Mu terbagi dalam tiga kamar. Sayang (cerah) engaku sudah redup dan besok engkau gelap.


Oleh

Manusia Berkotak Tiga

Minggu, 03 April 2011

ADILKAH TUHAN ? Banjir Melanda di Agadide Relatif Lama

ADILKAH TUHAN ? Banjir Melanda di Agadide Relatif Lama
Para pendeta, pastor, majelis, katakis bahkan para pembicara firman tuhan biasanya mengatakan tuhan itu adil, maha kasih, jujur, tidak membela, tidak memihak, rela berkorban dan wafat atas dosa semua orang. tuhan tidak pernah meninggalkan umat/jemaatnya disetiap hidup dan kehidupan manusia, tuhan menolong bagi yang meminta tolong, bukakan pintu bagi yang mengetuk, memberi bagi yang meminta, mengabulkan bagi yang memohon bahkan dalam seluruh rangkaian kehidupan manusia tuhan selalu campur tangan dalam segala hal walaupun kita melupakannya.
lalu apa anggapan masyarakat agadide akan tuhan? adakah tuhan bagi masyarakat agadide? mengapa ada bencana bagi masyarakat agadide? pasti kita bertanya-tanya ketika ada bencana di muka bumi ini dan bagi korban pasti berkata kenapa bencana ini melanda kepada kami, coba orang lain ka !!!!. untuk menjawab pertanyaan yang sifatnya menanyakan refleksi kepada tuhan sang pencipta, awalnya kita mengtahui apa penyebab terjadinya bencana banjir bandang. apa perlakuan manusia terhadap lingkungan sekitarnya? siapa pelaku dari seluruh tempat tinggal masyarakat agadide kena bencana? bukan berarti muncul pertanyaan itu berarti masyarakat agadide tidak percaya akan tuhan tetapi justru tuhanlah yang mereka yakini, tuhanlah sumber kehidupan bagi masyarakat agadide, seluruh rangkaian hidup dan kehidupan masyarakat agadide pasrakan kepada tuhan. hanya saja masyarakat tidak mensyukuri akan ciptaan tuhan akan lingkungan alam termasuk manusia. keinginan tuhan akan apa yang di kehendaki-NYA bila masyarakat tidak memenuhi maka pasti ada tantangan bagi manusia karena tuhan inginkan agar segala ciptaan-NYA kembali pada jalan-NYA. tuhan juga selalu menjaga semua ciptaanya, dia tidak pernah membiarkan ciptaannya begitu saja tetapi dia bertanggung jawab atas semua ciptaanya terlebih manusia.
oleh sebab itu, apa tindakan manusia terhadap lingkungan yang merupakan ciptakan tuhan itu? ternyata masyarakar agadide merusak alam sekitarnya sehingga menimbulkan kehidupan masyarakat menjadi terganggagu dan kembali meminta pertolongan kepada-NYA. merusak lingkungan adalah tindakan yang tidak manusiawi terhadap lingkungan apapun kepentingannya.
menyadari bahwa tuhan menciptakan segala alam ciptaan dibumi untuk menjaga dan memanfatkan ciptaan-NYA tetapi ada bataS-batas-NYA dan secara maya tuhan mengutus orang untuk menjaga alam ciptaanya. oleh sebab itu, semestinya kita harus mengizinkan kepada utusan itu. kita sebagai manusia biasa tidak melihatnya dengan mata kepala tetapi kita yakin bahwa dalam firman tuhan dalam kandungan ibu tuhan sudah memilih setiap individu dan merencanaKan sesuai rencana-NYA. lagi pula tuhan lebih dulu merencanakan bahkan mengtusnya sebelum kita lahir.
dengan demikian, adakah masyarakat agadide merusak lingkungan di agadide? dalam diskusi bersama forum komunikasi mahasiswa kabupaten paniai menyimpulkan bahwa bencana banjir yang melanda adalah berakibat dari ulah manusia yang mengganggu terhadap lingkungan. dengan melihat berbagai eksplorasi yang dilakukan dan penambangan liar di degeuwo. eksplorasi pertama dilakukan sekitar tahun 1990-an dengan nama MBM, ekplorasi tersebut tidak melanjudkan pada proses selanjudnya. setelah menjelang beberapa tahun kemudian di tahun 2008 mengadakan ekplorasi lagi di tempat yang sama dengan nama perusahaan yang berbeda namun beberapa masyarakat menolak dan menimbulkan kemacetan tetapi pihak yang menyetujui berkerja sama dengan perusahaan selalu mencari cela dan menduduki perusahaan di bagian hulu dari kali aga di tahun 2010 dan tidak tahu apa status dari perusahaan.
dalam diskusi tersebut para mahasiswa menduga salah satu penyebab terjadinya banjir bandang adalah penambangan liar dan berbagai eksplorasi didaerah bagian hulu dari kali aga. dengan menganggap alam papua dalam hal ini alam paniai kesal akan ulah/perlakuan manusia. walaupun tempat penambangan liar itu tidak pada sasaran terjadinya banjir tetapi alam paniai adalah satu alam. dan ketika dikonfirmasi melalui via handphone. awalnya, dua minggu sebelum banjir bandang hujan berterus-terusan akhirnya banjir. air naik sekitar dua setenga meter melewati jendela rumah dan tempat tempat yang daratan tinggi pun tergenang air akhirnya semua tanaman, ternak, terhanyut air. banjir kali ini tidak seperti yang biasa terjadi dan pasti dibalik itu ada sesuatu yang terjadi dikemudia hari "kata sarilus".
masyarakat gagal panen, semua hewan piaraan berantakan hingga mati "dimana kandang dimana ternak" seluruh rangkaian kehidupan masyarakat agadide terganggu bahkan macet. bila dibandingkan dengan banjir yang terjadi sebelumnya penyebab terjadinya banjir adalah hujan yang terus menerus dibeberapa hari hingga berminggu. tetapi jika dibandingkan dari lamanya hujan sebelumnya lebih memakan waktu lama dibandingkan yang sekarang. "kata sarilus". jika demikian, apa tindakan masyarakat agadide? mengapa air belum kering hingga kini?
tidak ada tindakan yang dilakukan pihak korban tetapi hanyalah memohom uluran tangan orang hingga air kering pun masih membutuhkan uluran tangan. bahkan setelah air kering pun bisa terjadi bencana kelaparan sebab semua tanaman, hewan piaraan terhanyut air.
jadi dengan memperhatikan dan membandingakan awal terjadinya banjir sampai pada akibat yang terjadi ini kita harus sadar akan semua tindakan pemberlakuan terhadap lingkungan (alam) sekitarnya. apapun tindakan kita terhadap lingkungan pasti ada dampaknya. apapun kepentingan kita selayaknya kita menghormati kepada lingkungan bukan kita menghancurkan lingkungan karena tuhan adil, jujur, mengasihi bukan hanya kepada manusia saja tetapi kepada semua ciptaan yang tuhan ciptakan.
kita melestarikan lingkungan alam maka kita terjaga, terhindar dari segala bencana yang berkaitan erat dengan lingkungan alam. oleh sebeb itu marilah kita bersama sepakat untuk menutup perusahaan yang sedang dibuka itu demi keselamatan agadide tercinta ini. "jangan menjadi perancang rencana tanpa memikirkan dampak yang terjadi. kalau kita menganggap bencana banjir ini akibat dari perusahaan maka bagi yang mengadakannya jangan jadi orang yang lempar batu lalu menyembunyikan tangan" supaya kita rasakan keadilan tuhan itu bersama toooooooooooooooooooo!!!!!!!!!1. (kadepa mabi)

AIR MAKIN NAIK DI DANAU PANIAI

AIR MAKIN NAIK DI DANAU PANIAI
bukan hanya banjir saja yang terjadi sehingga begitu saja kering namun hingga kini air pun makin naik di danau paniai, akibatnya 13 orang korban bersama yang sementara menyeberang menuju yagai dari enarotali. sekitar lima orang korban ditemukan setelah bangkai dan terapung diatas air selain itu belum ditemukan hingga kini. bukan hanya itu semua kelangsungan hidup masyarakat paniai terganggu bahkan semua perumahan didekat danau sudah terendam air diantaranya awabutu, ipakiye, papato, kopo, madi, dagouto, bobaigo, kogekotu, wegamo, agapo, ekapo, kotopo, mitopibado bahkan sebagian dari lapangan terbang enarotali terendam dengan air. semua perahu, spith boat sedang menyeberang lapangan dan mulai memarkir perahu mereka di rumahnya masing-masing
informasi yang diterima sementara ini adalah air makin kunjung naik danau paniai. semua aktifitas macet di sekeliling danau paniai, masyarakat terganggu dalam pencarian nafka, semua nelayan semakin terganggu dalam penangkapan ikan, gagal panen bagi yang bertani, semua ternak terganggi nahkan mati.
ketika ditanya "hujan semakin berlanjut hingga kini dari dua minggu lalu" semua air tertampung di danau paniai dan tempa pembuangan air itu hanya di kali yawei dan air yang tertampung lebih banyak dibandingkna dengan pengeluaran air melalui kali yawei. dan "bencana yang terjadi dari generasi kegenerasi dari awal terbentuknya danau paniai hingga sekarang bencana kali ini lain diri yang biasanya terjadi" (kata salah seorang tua).
dengan demikian sementara ini pemerintah dalam hal ini bupati kabupaten paniai (Naftali Yogi, S.Sos) pada tiga hari yang lalu sudah menginvertigasi disepanjang tempat-tempat yang terendam air namun tidak ada bantuan yang diberikan kepada masyarakat tetapi hanya janji akan dibantu dibeberapa hari kemudian. dan beberpa waktu yang lalu dua DPRD kabupaten paniai (yusak nawipa S.Sos dan I. kobepa) meminta bantuan kepada pemerintah provinsi karena merasa tidak cukup dengan bantuan yang sudah diberikan berupa beras dan supermi dimasing masing rumah dan mendapat 5 kg beras dan sekitas 10 bungkus dan kebutuhan hidup masyarakat terutama kebutuhan akan makan/primer sangat kurang.
forum komunikasi mahasiswa paniai se-kota jayapura dan keerom sudah membentuk tim peduli bencana banjir pada minggu lalu sebagai rasa kepedulian mahasiswa terhadap orang tua dipaniai, dalam penggalangan dana sampai kini dana yang terkumpul sebanyak sekitar 20-an juta lebih. bantuan akan diturunkan di satu minggu kemudian berupa bahan makanan, "jelas ketua tim beni degei"
melihat perkembangan yang terjadi sekarang yang semakin naiknya air dan hujan yang berlanjutan hingga kini, lagi pula masyaraka akan mengalami kekurangan ketika air menurun, tidak cukup hanya mendapat bantuan dari pihak-pihak tertentu tetapi membutuhkan perhatian serius dari pihak pemerintah dalam hal ini pemerintah provinsi maupun permerintah pusat dan semua komponen yang peduli akan kemanusiaan. (mabipai dt)

AIR MAKIN NAIK DI DANAU PANIAI

AIR MAKIN NAIK DI DANAU PANIAI
bukan hanya banjir saja yang terjadi sehingga begitu saja kering namun hingga kini air pun makin naik di danau paniai, akibatnya 13 orang korban bersama yang sementara menyeberang menuju yagai dari enarotali. sekitar lima orang korban ditemukan setelah bangkai dan terapung diatas air selain itu belum ditemukan hingga kini. bukan hanya itu semua kelangsungan hidup masyarakat paniai terganggu bahkan semua perumahan didekat danau sudah terendam air diantaranya awabutu, ipakiye, papato, kopo, madi, dagouto, bobaigo, kogekotu, wegamo, agapo, ekapo, kotopo, mitopibado bahkan sebagian dari lapangan terbang enarotali terendam dengan air. semua perahu, spith boat sedang menyeberang lapangan dan mulai memarkir perahu mereka di rumahnya masing-masing
informasi yang diterima sementara ini adalah air makin kunjung naik danau paniai. semua aktifitas macet di sekeliling danau paniai, masyarakat terganggu dalam pencarian nafka, semua nelayan semakin terganggu dalam penangkapan ikan, gagal panen bagi yang bertani, semua ternak terganggi nahkan mati.
ketika ditanya "hujan semakin berlanjut hingga kini dari dua minggu lalu" semua air tertampung di danau paniai dan tempa pembuangan air itu hanya di kali yawei dan air yang tertampung lebih banyak dibandingkna dengan pengeluaran air melalui kali yawei. dan "bencana yang terjadi dari generasi kegenerasi dari awal terbentuknya danau paniai hingga sekarang bencana kali ini lain diri yang biasanya terjadi" (kata salah seorang tua).
dengan demikian sementara ini pemerintah dalam hal ini bupati kabupaten paniai (Naftali Yogi, S.Sos) pada tiga hari yang lalu sudah menginvertigasi disepanjang tempat-tempat yang terendam air namun tidak ada bantuan yang diberikan kepada masyarakat tetapi hanya janji akan dibantu dibeberapa hari kemudian. dan beberpa waktu yang lalu dua DPRD kabupaten paniai (yusak nawipa S.Sos dan I. kobepa) meminta bantuan kepada pemerintah provinsi karena merasa tidak cukup dengan bantuan yang sudah diberikan berupa beras dan supermi dimasing masing rumah dan mendapat 5 kg beras dan sekitas 10 bungkus dan kebutuhan hidup masyarakat terutama kebutuhan akan makan/primer sangat kurang.
forum komunikasi mahasiswa paniai se-kota jayapura dan keerom sudah membentuk tim peduli bencana banjir pada minggu lalu sebagai rasa kepedulian mahasiswa terhadap orang tua dipaniai, dalam penggalangan dana sampai kini dana yang terkumpul sebanyak sekitar 20-an juta lebih. bantuan akan diturunkan di satu minggu kemudian berupa bahan makanan, "jelas ketua tim beni degei"
melihat perkembangan yang terjadi sekarang yang semakin naiknya air dan hujan yang berlanjutan hingga kini, lagi pula masyaraka akan mengalami kekurangan ketika air menurun, tidak cukup hanya mendapat bantuan dari pihak-pihak tertentu tetapi membutuhkan perhatian serius dari pihak pemerintah dalam hal ini pemerintah provinsi maupun permerintah pusat dan semua komponen yang peduli akan kemanusiaan. (mabipai dt)

Jumat, 11 Maret 2011

TIGA ORANG SISWA DIANIAYA DI DEPAN ASRAMA BIAK, DIPADANG BULAN.

TIGA ORANG SISWA DIANIAYA DI DEPAN ASRAMA MAHASISWA BIAK
DIPADANG BULAN.
Sekitar jam sepuluh siang tadi tiga orang siswa (2 orang suku mee dan satu orang suku dani) dianiaya dengan memakai alat jatam (pisau) ketika mereka pulang dari sekolah, ada sekelompok orang sedang munum minuman keras didepan asrama mahasiswa biak. Sementara ketiga siswa ini sedang berjalan sekelompok orang itu mengahadang dan langsung mengaiaya. Satu anak tertikam di testa, yang satunya diotak kecil (kepala bagian belakang) dan yang satunya lagi di tulang rahang atas.
Ketiga korban sedang dibawah ke rumah sakit dan pelaku-pelakunya melarikan diri, namun yang satunya tertangkap dan sedang dimintai keterangan. Setelah permasalahan itu sudang redah, beberapa jam kemudian ada sekelompok orang paniai yang datang ke asrama biak. Setelah melihat beberapa orang tiba diasrama biak, kebetulan “disana ada dua orang keamanan yang sedang mengawasih, Kedua keamanan ini membiarkan kami masuk di dilam asrama biak dan menghacurkan semua yang ada diorama lalu kedua keamanan mengeluarkan enam buah peluru dan kami berusaha melarikan diri” kata salah seorang dari kelompok itu. Banyak penghuni asrama yang kena lemparan batu, bahkan asrama biak hancur total, Semua isi kamar-kamar dihancurkan hingga tidak berfungsi. Beberapa jam kemudian pihak keamanan dattang namun sayang, keamanan tiba setelah semua barang barang asrama sudah dihancurkan.
Sekelompok orang ini menduga bahwa pelaku penganiayaan ini dilakukan oleh penghuni asrama biak, sehingga tidak segan-segan sekelompok orang ini mendatangi asrama biak dan menghancurkannya. Setelah diselidikan lebih lanjud, ternyata pelaku penganiayaan adalah beberapa orang biak yang kebetulan minum minuman keras  didepan asrama biak, namun sayang sekali akibatnya berimbas keasrama dan gedung asrama hingga peralatan menjadi sasarannya.
Setelah asrama itu  dihancurkan Sekelompok orang itu langsung bekumpul di asrama kerit dengan setia menunggu apa yang terjadi selanjudnya. Beberapa jam kemudian pihak keamanan tiba diasrama kerit dan langsung pihak keamanan memintai keterangan namun sala seorang dari kelompok itu mengatakan “ sebelum kami memberikan keterangan kepada  pihak polisi harus menyelidikan secara cermat dan baik. kami tidak akan memberikan keterang sebelum akar permasalahan nya tidak ditemukan. Apa yang kami laksanakan itu bagian dari akibatnya bukan suatu akar persoalannya”
Beberapa menit kemudian kepala suku 12 suku yang ada dipegunungan tengah drg Alowisiua giyai, M.Kes tiba dan mengatakan kepada kapolres abepura “ sebelum bapa memintai keterangan kepada mereka, pihak kepolisian harus mencari akar persoalannya sebab dimana ada api disitu ada asap” setelah bernegosiasi dengan pihak keamamnan, kepala sukku memerintakan lima samapai sepuluh orang ke kaporles dan memberikan ketrangan. Tetapi kepala suku menegaskan kepada kaporles bahwa “tidak ada seorang anak pun yang ditahan dipolisi tetapi langsung dipulangkan”
Akhirnya sepuluh orang dibawa kekantor polisi untuk dimintai keterangan. Dan sekelompok orang itu bersedia menanggung resiko yang menimpa bagi mereka. Setelah itu usman yogobi mangatakan “ kenapa dilokasi kejadian  ada dua orang keamanan  tetapi tidak menangani sebellum sekelompok orang itu menghancurkan? Hal ini membuktikan bahwa dibalik kejadian ini ada actor-aktor yang sedang permainkan agar  antara kita orang papua dengan orang papau saling makan dan membuat kita membeda bedakan antara orang pantai dan orang gunung”  (Agus)