Minggu, 04 September 2011

PR III MELEPASKAN PESERTA TEMU AKRAB UKM- KMK ST. ALEXANDER UNCEN KE ANGKASA JAYAPURA


PR III MELEPASKAN PESERTA TEMU AKRAB UKM- KMK ST. ALEXANDER UNCEN KE ANGKASA JAYAPURA
Lagi-lagi UKM KMK UNCEN  adakan Temu Akrab. Pada tanggal 27-30 Agustus 2011 menjadi target pelaksanaan kegiatan. Pada jam 14:30 hari sabtu lalu pembantu rektor III didampingi oleh pembina, pastor moderator, BEM dan MPM melepasakan peserta dan panitia di halaman gedung administrasi Universitas Cenderawasih. dalam acara pelepasan, Pembantu Rektor III Drs Paulinus Hommers, M.Si menyampaikan UKM-KMK menjadi wadah untuk menampung mahasiswa katolik di Uncen. Walaupun wajah  begitu pucat namun sakit bukan menjadi alasan untuk tidak melayani. Dengan semangat yang berkobar-kobar tidak mengenal panas terik  mengena di tubuh yang pucat, mengharapkan agar mahasiswa baru (peserta) mengikuti kegiatan temu akrab dengan baik dan mendapatkan apa yang diberikan oleh para pembina, pastor dan pemateri lainnya  agar menjadi landasan dalam mengembangkan iman akan Tuhan sebagai mahasiswa.
Juga Kegiatan Temu Akrab merupakan program kerja tahunan maka para  peserta diharapkan aktif untuk mengikuti dan menjadikan UKM-KMK sebagai wadah pengembangan kepribadian yaitu dalam hal kecerdasan spritual. Kembali menegaskan lagi “carilah dahulu kerajaan Allah dan yang lainnya akan menambahkan kepadamu” (ayat motivasi).
Jumlah peserta temu akrab 116 orang mahasiswa ini dalam upacaranya pelepasan ditandai dengan pemakaian kartu peserta pada peserta dan panitia. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, peserta temu akrab tahun ini mengalami penurunan  dan diduga kondisi di jayapura yang tidak nyaman “Kata PR III dengan wajah pesimis”.
Proses pembinaan dan mempererat hubungan antara mahasiswa lama dengan mahasiswa baru, dosen dengan mahasiswa, mahasiswa dari fakultas yang satu dengan yang lainnya adalah tujuan utama dari kegitan Temu Akrab. “kata PR III ketika diwawancarai”. Walaupun jumlah mahasiswa mengalami kemunduran namun persatuan dan kesatuan dalam suatu keluarga yang terhimpun dalam UKM-KMK menjadi harapan utama. Oleh karenanya,  peserta diharapkan aktif dalam kegiatan temu akrab dimana temu akrab menjadi momen untuk mengakrabkan diri kita dengan mahasiswa katolik di UNCEN. Juga, kegiatan Temu Akrab tidak hanya mengakrabkan diri kita dengan mahasiswa  tetapi terlebih mengakrabkan diri kita dan sesama kita kepada Tuhan dan semakin intim dengan Tuhan.  Oleh sebab itu, manfaatkanlah tiga hari ini semaksimal mungkin “Kata pembina KMK, Petrus Baktiar, S.T, M.T dalam sambutannya”. Dan kembali PR III menegaskan kepada panitia dan badan pengurus untuk mendata jumlah mahasiwa baru dan mahasiswa lama.
Dengan demikian, badan pengurus dan panitia pelaksana sangat mengharapkan dukungan doa dari berbagai pihak agar kegitan temu akrab dapat terlaksana dengan baik. “Kata ketua UKM-KMK ST Alexander UNCEN dalam sambutannya dengan wajah penuh harapan” (Agus)




Selasa, 12 Juli 2011

TAK AKAN KEMBALI, PERGI UNTUK SELAMANYA.

TAK AKAN KEMBALI,  PERGI UNTUK SELAMANYA.

Segala sesuatu ada waktunya. Waktu lahir untuk melihat dunia juga waktu untuk kembali kepada-Nya. Melihat dunia tentu punya rencana. Karena dilahirkan untuk memberikan kuasa kepada individu yang lahir. Kalau dia (Tuhan) tidak merencanakan, memberikan kuasa, untuk apa Tuhan menciptakan manusia? Tetapi Tuhan juga berhak memanggil kembali pada waktu tertentu. Segala aktivitas manusia dilaksanakan apabila Tuhan mengizinkannya. Manusia tidak mampu untuk melawan kehendak Tuhan karena Tuhan punya hak penuh didalam hidup dan kehidupan manusia.
Datang melihat ciptaan-Nya didunia dan merencanakan untuk berkarya di dunia merupakan tugas mutlak dari Tuhan kepada manusia. Tuhan menitipkan manusia untuk sementara bahkan manusia datang kedunia tidak memakai tiket begitu pun saat manusia pulang kepangkuan Bapa di surga juga tidak memakai tiket pula. Maka seluruh rangkaian hidup dan kehidupan manusia merupakan gratis dan hidup manusia bersifat sementara.
Manusia datang pasti akan kembali, pergi tetapi akan kembali, tetapi kalau pulang tentu tidak akan kembali. Manusia datang untuk berkarya tetapi akan kembali, dia (manusia) pergi tetapi untuk memenuhi suatu tujuan yaitu berkarya maka manusia hidup untuk berkarya. Tuhan menciptkan manusia melalui manusia. Karena dilahirkan dari manusia maka rasa belas kasih, cinta, suka cita, pengorbanan, penghargaan menjadi dasar bagi manusia untuk mananamkan kehadiran manusia melalui kelahiran. Kepergian dalam kematian membawa seluruh cinta, harapan, perngorbanan, kasih sayang, kerinduan, Kepergian membawa segala aspek kehidupan bagi manusia yang ditinggalkannya bahkan Kepergian pun meninggalkan kesedihan, duka cita bagi yang ditinggalkannya.
Kami tidak sudi melepaskan engkau pergi, sebab kasih sayang, harapan, suka cita, motivasi telah kami limpakan kepada engkau saudaraku. Kami tidak berdaya sebab engkau bagian dari kehidupan kami, tanpa engkau kami tidak lengkap, hidup tanpa engkau bukan kami seperti kemarin. Menyadari kalau engaku dan kami diciptakan oleh Tuhan dan pada waktunya dia (Tuhan) akan memanggil. Saudaraku biarlah kau pergi karena Tuhan telah memanggi kamu dan pada saatnya kami juga akan kembali pada-Nya.
Saudaraku kini waktunya hubungan kita mulai putus untuk selamanya. Kami tidak mungkin memutuskan hubungan ini, juga tidak mungikin engkau memutuskan hubungan kita. Engkau dan saya sudah merasakan betapa besar kasih karunia Tuhan kepada kita bahkan kita saling memberikan kasih sayang antara kita didunia ini. Itulah Tuhan, bagi engkau yang pergi dan kami yang kau tinggalkan telah memberikan kebebasan dan bagi yang ditinggalkan akan merasakan kasih karunia Tuhan dan kami juga akan kembali pada waktunya yaitu hari maranatha. Selamat jalan saudaraku, Tuhan bukan memutuskan hubungan kita tetapi ini kehendak-Nya. Saatnya engkau harus bersama dengan Bapa di surga. Kami yakin dosamu telah diampuni dan diterima pada sisi-Nya. Dan kami percaya kalau bersama Bapa di surga pasti sangat bahagia dan memperoleh hidup yang kekal. 
Tuhan!!!!! Kami tahu………
Kami diciptakan untuk berkarya dan pada saatnya engkau berhak penuh untuk memutuskan hubungan kita di dunia. Tetapi karena kasih sayang, pengorbanan, cinta, harapan, cinta kasih telah kami berikan. Dengan itu kami tak sudi melepaskan hubungan ini. Kami mohon…….  berikan kami kekuatan dan janganlah biarkan kami terbuahi dalam duka cita ini. Dan Jadikan kami seperti yang kau (Tuhan) inginkan.

Yavet Kadepa>>>>>>>>>>>>>> “hormat” Tuhan memberkati dan menerima pada sisinya
>>>>>>>>Selamat jalan>>>>>>>>

KARENA SAYA, KAMU, mereka, KITA SEMUA ADALAH MANUSIA

KARENA SAYA, KAMU, mereka, KITA SEMUA ADALAH MANUSIA

Kadepa Agus

Manusia itu saya. Kalau saya bilang kamu berarti kamu sama dengan saya dan saya bilang mereka berarti kamu dan saya sama dengan mereka pula, maka kita semua itu manusia bukan hewan. Manusia itu punya akal, pikiran, perasaan. Manusia mampu menciptakan sesuatu, mengolah apa yang ada pada dirinya, menggolongkan banyak jenis menjadi bagian dari satu jenis, membandingkan hal yang benar dan tidak benar, memilih yang baik dan yang tidak baik. Menganalisa apa yang dipikirkannya untuk menjadikan sesuatu yang baru. Beda dengan hewan, tetapi hewan itu ada dorongan insting. Misalnya ayam. Seekor anak ayam tak pernah terlepas dari induknya.
Demikian pula induk ayam akan mencari ayam yang lain. Ayam tidak pernah mencari anjing begitu pun sebaliknya. Ayam akan bersama dengan ayam, anjing bersama pula dengan anjing dan ayam tidak bisa kawin dengan anjing begitu pun sebaliknya. Hanya dorongan insting membuat demikian dan Melalui dorongan insting itu hewan menyadari akan dirinya yaitu hewan dan karena dia hewan maka dia menerimanya, tidak pernah menyangkal dirinya, ayam akan mengatakan saya ayam dan tidak pernah menyangkal dirinya.
Yang paling unik lagi, ayam tidak akan membedakan bulunya hitam, merah, kuning, hijau dan lainnya tetapi mereka semua adalah ayam yang pada dirinya memiliki bulu. Kalau demikian mengapa saya, kamu, mereka, kita semuanya tidak saling memahami? Mengapa tidak menyatakan kita itu manusia? Memang manusia bukan hewan dan manusia tidak akan menjadi hewan maka manusia juga salah satu jenis binatang yang mempunyai kemampuan, akal budi, pikiran, perasaan, dan lain sebagainya.
Apabila saya, kamu,mereka, kita semua itu manusia yang kemampuannya lebih dari hewan, mengapa kita saling membedakan antara satu dengan lainnya, baik antar marga/klan, famili, suku, warna kulit? Mengapa antara manusia tidak menyatakan bahwa anda itu manusia. Tetapi manusia sering melihat apa yang ada pada manusia baik dari luar maupun dalam dirinya, sering membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Manusia itu selalu mengatakan kamu manusia ini, manusia itu, manusia anu, dan manusia lain tetapi manusia itu sama. Yaitu manusia yang pada dirinya memiliki kaki, tangan, kepala, badan dan lain-lain yang ada sejak manusia itu diciptakan hingga sekarang dan tak akan pernah berubah.
Memang manusia itu unik. Keunikkannya membuat manusia tidak memahami antara manusia yang satu dengan manusia lain yaitu antara warna kulit, suku, klan/marga, rambut. Karena manusia itu binatang yang berfikir, punya akal budi, punya perasaan maka berdasarkan warna kulitnya, membedakan manusia yang berkulit hitam, putih, merah, kemerahan dan lain-lain. Didalam perbedaan warna kulit juga manusia itu membedakan manusia yang bersuku ini, suku itu, suku anu dan lain-lain bahkan dalam suku pun terjadi pembedaan marga/klan antara satu dengan marga/klan lainnya.
Secara heredity/keturunan memang manusia beda dengan hewan. Manusia dengan segala kemampuan yang dimiliki akan berubah-ubah selain itu otomat/tidak berubah tetapi hewan tidak akan pernah berubah karena hanya ada satu dorongan yaitu dorongan insting. Maka, karena manusia bisa berfikir maka janganlah manusia berfikir untuk memisahkan manusia itu, karena manusia bisa menciptakan maka janganlah menciptakan suasana untuk memisahkan manusia itu, karena manusia bisa mengadakan maka janganlah mengadakan hal-hal yang membuat manusia itu berpisa, kerena manusia bisa menganalisa maka janganlah menganalisa manusia lain untuk mecari solusi agar manusia itu menang secara individu semata, karena manusia bisa mengolah maka janganlah mengolah kata untuk mempertahankan ego, karena manusia bisa mencoba maka janganlah mencoba menganiaya, mendiskriminasi, memarginalkan, meminggirkan, membunuh, dan lain-lain terhadap manusia lain, karena manusia bisa bedakan maka janganlah manusia membedakan manusia yang satu dengan lainnya hanya karena warna kulit, suku, klan, tempat tinggal dari manusia itu sendiri.
Hai teman-teman Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) ST. Alexander UNCEN. Saya mengatakan Teman karena kamu dengan saya sama yaitu manusia. Karena manusia, saya katakan kita semua adalah manusia. Persaudaraan muncul karena kita manusia. Yang menciptakan manusia dan hewan adalah kristus. Maka KMK menjunjung tinggi persaudaraan dalam satu iman yaitu iman katolik. Oleh sebab itu, persaudaraan dimunculkan oleh manusia dan manusia itu diciptakan oleh kristus maka marilah kita hidup dalam cinta kasih persaudaraan bersama kristus. seperti Motto KMK:
Cum Cristo In Caritate Fraterna
(Bersama Kristus Dalam Cinta Kasih Persaudaraan)


Hidup!!!!!!!!!!!!!
KMK. ST. Alexander UNCEN

BUPATI KABUPATEN PANIAI MENJAWAB MOTTO “Awetako Enaa Agapida” DENGAN PEMEKARAN KABUPATEN DEIYAI dan INTAN JAYA

BUPATI KABUPATEN PANIAI MENJAWAB MOTTO “Awetako Enaa Agapida” DENGAN PEMEKARAN KABUPATEN DEIYAI dan INTAN JAYA

Sebuah Kritisan dan Refleksi Singkat Tentang Pemekaran kabupaten Menjawab Motto
“Awetako Enaa Agapida”

Kabupaten paniai adalah suatu kabupeten pemekaran dari kabupaten nabire, yang dimekarkan bersama kabupaten puncak jaya. Dengan alasan menganggap telah memenuhi syarat-syarat tertentu dalam pengadaan pemekaran kabupaten. Memang dapat diakui dalam perencanaan pemekarannya telah mempunyai target-target dalam pemenuhan pemekaran. Perencanaan dalam pemekaran itu menyangkut penduduk, luas wilayah, visi dan misi pembangunan dan lain sebagainya.
Kabupaten paniai mempunyai luas daerah yang cukup, penduduknya lumayan padat, kekayaan alamnya berlimpah ruah. Dengan berkeinginan membangun daerah paniai lebih maju maka pemekaran kabupaten pun ditetapan pada meja hijau mahkama konstitusi sejak 1996 yang ditanda tangani oleh Mentri Dalam Negeri (MENDAGRI). Tujuan menjadi kabupaten sendiri hanya satu yaitu membangun papua yang lebih maju, mandiri, baik secara fisik maupun non fisik. Untuk mencapai tujuan umum dalam pembangunan harus ada pemimpin (Bupati) yang mengatur, melaksanakan, pembangunan tersebut. Bupati menjadi payung dari stake holder yang ada Dalam segala aspek pembangunan di daerah dalam bidang apapun sesuai birokrasi pemerintah pusat dan merupakan jabaran atau ranting dari pemerintah pusat itu.
Kini, umur kabupaten paniai mencapai 15 tahun, berarti Kabupaten paniai cukup dewasa dalam pembangunan. Dari ketiga periode kepimimpinan baik dari Bapak Yanuarius Douw sebagai bupati kabupaten paniai yang menjabat dua perode dengan Wakil Bupati-nya pada periode kedua Bapak Naftali Yogi, S.Sos yang kini menjabat Bupati Kabupaten Paniai pada periode ketiga. Implementasi pembangunan selama 15 tahun terakhir yang kini masa jabatan Naftali Yogi,S.Sos tinggal dua bulan untuk memasuki pada periode keempat.
Pembangunan selama masa jabatannya sejak Wakil Bupati hingga Bupati pada periode ini Masyarakat merasa kesal dengan pengimplementasian pembangunan kabupaten paniai. Bila ditinjau kembali sejak Naftali Yogi, S.Sos menjabat sebagai Wakil Bupati kabupaten paniai, dalam masa jabatannya dimanfaatkan sebagai masa kampaye. Sebab Didalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Wakil Bupati dapat terlaksana dengan baik bahkan mengharumkan nama baik kabupaten paniai dengan menjuarai beberapa bidang yang dimiliki masyarakat paniai. Selain itu, memberikan bantuan kepada masyarakat, menghadiri semua undangan baik dari masyarakat pedesaan sampai pada pelosok-pelosok maupun undangan melalui gereja.
Harapan pemimpin bagi Masyarakat kabupaten paniai pada umumnya adalah seorang pemimpin yang bisa berjalan kaki dari dusun-kedusun, pelosok-kepelosok, dan memberikan perhatian bagi masyarakat bahkan mendapatkan ide-ide pembangunan dari masyarakatnya sendiri. Maka seorang Naftali bisa melaksanakannya harapan dari masyarakat melalui masa jabatan Wakil Bupati. Namun apa yang terjadi setelah menjabat Bupati Kabupaten Paniai pada periode berikutnya (2006-2011)? Apakah Naftali menjadi pemimpin yang diidam-idamkan masyarakat paniai? Bagaimana pembangunan yang telah diimplementasikan itu merupakan ide murni dari masyarakatnya sendiri? Bagaimana dengan motto pembangunan kabupaten paniai “Awetako Enaa Agapida” (Hari Esok Yang Cerah)?
Pada tanggal 29 Oktober 2009 kabupaten paniai telah mekarkan dua kabupaten secara resmi dan diundang-undangkan menjadi daerah otonom daerah baru, diantaranya kabupeten deiyai dan kabupaten intan jaya Dengan tujuan utama mempercepat akses pelayanan pembangunan. Dalam pemekaran kedua kabupaten ini Bupati kabupaten paniai Naftali Yogi, S.Sos sangat mendukung penuh bahkan memperjuangkan pemekaran kabupaten paniai melalui Tim/Panitia yang dibentuknya sehingga merasa terwujud/terkabulkan motto pembangunan yang telah ditetapkan dan digunakan selama masa jabatannya. (pengantar Bupati paniai, Eman You:x). Bupati …………menyadari dengan pemekaran akan mempersempit rentang kendali penyelenggaraan pemerintah dan akan dapat dikelola, ditata, dan dilestarikan secara krearif oleh masing masing daerah itu sendiri. Apakah makna sebenarnya motto pembangunan Awetako Enaa Agapida kabupaten paniai itu? Bisakah dengan pemekaran paniai akan bersatu, berbuaya, berdaya saing, maju, bahkan mandiri sesuai dengan visi dari kabupaten paniai?
Paniai baru yang bersatu, berbudaya, berdaya saing, maju dan mandiri merupakan visi dari kabupaten paniai. Masa jabatan bupati kabupaten paniai tinggal dua bulan. Terjawab pula Motto kabupaten paniai “awetako enaa agapida” melalui pemekaran kabupaten. Yang menjadi pertanyaan pokok adalah apakah seorang pemimpin memiliki karakteristik memimpin yang memisah-belahkan anggotanya/penduduknya? Bila disimak motto pembangunan kabupaten paniai (Awetako Enaa Agapida), maka arti motto pembangunan dalam pemekaran ini adalah hari esok yang memisahkan antara manusia yang satu dengan lainnya, Menguras potensi alam yang dimiliki kabupaten paniai secara cepat, memecah-belahkan hubungan kekerabatan dari masyarakat yang satu dengan lainnya. Bahkan menanam bibit sukuisme, familiisme, klanisme, kapungisme, didalam satu budaya, satu bahasa, satu suku, bahkan satu ideology yang menuju pada pemusnaan etnis Melanesia terlebih suku mee dikabupeten paniai.
Teman-teman seperjuangan, kalian bukan dibesarkan, dididik, dibina, dibiayai didalam motto “awetako enaa agapida”. kita (pelajar dan mahasiswa) bagaikan “anak ayam yang kehilangan induknya” harapan kita menuju hari yang cerah sudah mendung, kemandirian kita tidak diimbangi dengan kasih sayang, hidup dalam berbudaya telah rapuh dan menjadi budaya berkotak-kotak, motivasi untuk berdaya saing tinggal kenangan dan itupun akan menjadi sejarah.

Selamat jalan saudaraku “Awetako Enaa Agapida”. Engkau bukan cerah sebab kecerahan-Mu terbagi dalam tiga kamar. Sayang (cerah) engaku sudah redup dan besok engkau gelap.


Oleh

Manusia Berkotak Tiga

Minggu, 03 April 2011

ADILKAH TUHAN ? Banjir Melanda di Agadide Relatif Lama

ADILKAH TUHAN ? Banjir Melanda di Agadide Relatif Lama
Para pendeta, pastor, majelis, katakis bahkan para pembicara firman tuhan biasanya mengatakan tuhan itu adil, maha kasih, jujur, tidak membela, tidak memihak, rela berkorban dan wafat atas dosa semua orang. tuhan tidak pernah meninggalkan umat/jemaatnya disetiap hidup dan kehidupan manusia, tuhan menolong bagi yang meminta tolong, bukakan pintu bagi yang mengetuk, memberi bagi yang meminta, mengabulkan bagi yang memohon bahkan dalam seluruh rangkaian kehidupan manusia tuhan selalu campur tangan dalam segala hal walaupun kita melupakannya.
lalu apa anggapan masyarakat agadide akan tuhan? adakah tuhan bagi masyarakat agadide? mengapa ada bencana bagi masyarakat agadide? pasti kita bertanya-tanya ketika ada bencana di muka bumi ini dan bagi korban pasti berkata kenapa bencana ini melanda kepada kami, coba orang lain ka !!!!. untuk menjawab pertanyaan yang sifatnya menanyakan refleksi kepada tuhan sang pencipta, awalnya kita mengtahui apa penyebab terjadinya bencana banjir bandang. apa perlakuan manusia terhadap lingkungan sekitarnya? siapa pelaku dari seluruh tempat tinggal masyarakat agadide kena bencana? bukan berarti muncul pertanyaan itu berarti masyarakat agadide tidak percaya akan tuhan tetapi justru tuhanlah yang mereka yakini, tuhanlah sumber kehidupan bagi masyarakat agadide, seluruh rangkaian hidup dan kehidupan masyarakat agadide pasrakan kepada tuhan. hanya saja masyarakat tidak mensyukuri akan ciptaan tuhan akan lingkungan alam termasuk manusia. keinginan tuhan akan apa yang di kehendaki-NYA bila masyarakat tidak memenuhi maka pasti ada tantangan bagi manusia karena tuhan inginkan agar segala ciptaan-NYA kembali pada jalan-NYA. tuhan juga selalu menjaga semua ciptaanya, dia tidak pernah membiarkan ciptaannya begitu saja tetapi dia bertanggung jawab atas semua ciptaanya terlebih manusia.
oleh sebab itu, apa tindakan manusia terhadap lingkungan yang merupakan ciptakan tuhan itu? ternyata masyarakar agadide merusak alam sekitarnya sehingga menimbulkan kehidupan masyarakat menjadi terganggagu dan kembali meminta pertolongan kepada-NYA. merusak lingkungan adalah tindakan yang tidak manusiawi terhadap lingkungan apapun kepentingannya.
menyadari bahwa tuhan menciptakan segala alam ciptaan dibumi untuk menjaga dan memanfatkan ciptaan-NYA tetapi ada bataS-batas-NYA dan secara maya tuhan mengutus orang untuk menjaga alam ciptaanya. oleh sebab itu, semestinya kita harus mengizinkan kepada utusan itu. kita sebagai manusia biasa tidak melihatnya dengan mata kepala tetapi kita yakin bahwa dalam firman tuhan dalam kandungan ibu tuhan sudah memilih setiap individu dan merencanaKan sesuai rencana-NYA. lagi pula tuhan lebih dulu merencanakan bahkan mengtusnya sebelum kita lahir.
dengan demikian, adakah masyarakat agadide merusak lingkungan di agadide? dalam diskusi bersama forum komunikasi mahasiswa kabupaten paniai menyimpulkan bahwa bencana banjir yang melanda adalah berakibat dari ulah manusia yang mengganggu terhadap lingkungan. dengan melihat berbagai eksplorasi yang dilakukan dan penambangan liar di degeuwo. eksplorasi pertama dilakukan sekitar tahun 1990-an dengan nama MBM, ekplorasi tersebut tidak melanjudkan pada proses selanjudnya. setelah menjelang beberapa tahun kemudian di tahun 2008 mengadakan ekplorasi lagi di tempat yang sama dengan nama perusahaan yang berbeda namun beberapa masyarakat menolak dan menimbulkan kemacetan tetapi pihak yang menyetujui berkerja sama dengan perusahaan selalu mencari cela dan menduduki perusahaan di bagian hulu dari kali aga di tahun 2010 dan tidak tahu apa status dari perusahaan.
dalam diskusi tersebut para mahasiswa menduga salah satu penyebab terjadinya banjir bandang adalah penambangan liar dan berbagai eksplorasi didaerah bagian hulu dari kali aga. dengan menganggap alam papua dalam hal ini alam paniai kesal akan ulah/perlakuan manusia. walaupun tempat penambangan liar itu tidak pada sasaran terjadinya banjir tetapi alam paniai adalah satu alam. dan ketika dikonfirmasi melalui via handphone. awalnya, dua minggu sebelum banjir bandang hujan berterus-terusan akhirnya banjir. air naik sekitar dua setenga meter melewati jendela rumah dan tempat tempat yang daratan tinggi pun tergenang air akhirnya semua tanaman, ternak, terhanyut air. banjir kali ini tidak seperti yang biasa terjadi dan pasti dibalik itu ada sesuatu yang terjadi dikemudia hari "kata sarilus".
masyarakat gagal panen, semua hewan piaraan berantakan hingga mati "dimana kandang dimana ternak" seluruh rangkaian kehidupan masyarakat agadide terganggu bahkan macet. bila dibandingkan dengan banjir yang terjadi sebelumnya penyebab terjadinya banjir adalah hujan yang terus menerus dibeberapa hari hingga berminggu. tetapi jika dibandingkan dari lamanya hujan sebelumnya lebih memakan waktu lama dibandingkan yang sekarang. "kata sarilus". jika demikian, apa tindakan masyarakat agadide? mengapa air belum kering hingga kini?
tidak ada tindakan yang dilakukan pihak korban tetapi hanyalah memohom uluran tangan orang hingga air kering pun masih membutuhkan uluran tangan. bahkan setelah air kering pun bisa terjadi bencana kelaparan sebab semua tanaman, hewan piaraan terhanyut air.
jadi dengan memperhatikan dan membandingakan awal terjadinya banjir sampai pada akibat yang terjadi ini kita harus sadar akan semua tindakan pemberlakuan terhadap lingkungan (alam) sekitarnya. apapun tindakan kita terhadap lingkungan pasti ada dampaknya. apapun kepentingan kita selayaknya kita menghormati kepada lingkungan bukan kita menghancurkan lingkungan karena tuhan adil, jujur, mengasihi bukan hanya kepada manusia saja tetapi kepada semua ciptaan yang tuhan ciptakan.
kita melestarikan lingkungan alam maka kita terjaga, terhindar dari segala bencana yang berkaitan erat dengan lingkungan alam. oleh sebeb itu marilah kita bersama sepakat untuk menutup perusahaan yang sedang dibuka itu demi keselamatan agadide tercinta ini. "jangan menjadi perancang rencana tanpa memikirkan dampak yang terjadi. kalau kita menganggap bencana banjir ini akibat dari perusahaan maka bagi yang mengadakannya jangan jadi orang yang lempar batu lalu menyembunyikan tangan" supaya kita rasakan keadilan tuhan itu bersama toooooooooooooooooooo!!!!!!!!!1. (kadepa mabi)

AIR MAKIN NAIK DI DANAU PANIAI

AIR MAKIN NAIK DI DANAU PANIAI
bukan hanya banjir saja yang terjadi sehingga begitu saja kering namun hingga kini air pun makin naik di danau paniai, akibatnya 13 orang korban bersama yang sementara menyeberang menuju yagai dari enarotali. sekitar lima orang korban ditemukan setelah bangkai dan terapung diatas air selain itu belum ditemukan hingga kini. bukan hanya itu semua kelangsungan hidup masyarakat paniai terganggu bahkan semua perumahan didekat danau sudah terendam air diantaranya awabutu, ipakiye, papato, kopo, madi, dagouto, bobaigo, kogekotu, wegamo, agapo, ekapo, kotopo, mitopibado bahkan sebagian dari lapangan terbang enarotali terendam dengan air. semua perahu, spith boat sedang menyeberang lapangan dan mulai memarkir perahu mereka di rumahnya masing-masing
informasi yang diterima sementara ini adalah air makin kunjung naik danau paniai. semua aktifitas macet di sekeliling danau paniai, masyarakat terganggu dalam pencarian nafka, semua nelayan semakin terganggu dalam penangkapan ikan, gagal panen bagi yang bertani, semua ternak terganggi nahkan mati.
ketika ditanya "hujan semakin berlanjut hingga kini dari dua minggu lalu" semua air tertampung di danau paniai dan tempa pembuangan air itu hanya di kali yawei dan air yang tertampung lebih banyak dibandingkna dengan pengeluaran air melalui kali yawei. dan "bencana yang terjadi dari generasi kegenerasi dari awal terbentuknya danau paniai hingga sekarang bencana kali ini lain diri yang biasanya terjadi" (kata salah seorang tua).
dengan demikian sementara ini pemerintah dalam hal ini bupati kabupaten paniai (Naftali Yogi, S.Sos) pada tiga hari yang lalu sudah menginvertigasi disepanjang tempat-tempat yang terendam air namun tidak ada bantuan yang diberikan kepada masyarakat tetapi hanya janji akan dibantu dibeberapa hari kemudian. dan beberpa waktu yang lalu dua DPRD kabupaten paniai (yusak nawipa S.Sos dan I. kobepa) meminta bantuan kepada pemerintah provinsi karena merasa tidak cukup dengan bantuan yang sudah diberikan berupa beras dan supermi dimasing masing rumah dan mendapat 5 kg beras dan sekitas 10 bungkus dan kebutuhan hidup masyarakat terutama kebutuhan akan makan/primer sangat kurang.
forum komunikasi mahasiswa paniai se-kota jayapura dan keerom sudah membentuk tim peduli bencana banjir pada minggu lalu sebagai rasa kepedulian mahasiswa terhadap orang tua dipaniai, dalam penggalangan dana sampai kini dana yang terkumpul sebanyak sekitar 20-an juta lebih. bantuan akan diturunkan di satu minggu kemudian berupa bahan makanan, "jelas ketua tim beni degei"
melihat perkembangan yang terjadi sekarang yang semakin naiknya air dan hujan yang berlanjutan hingga kini, lagi pula masyaraka akan mengalami kekurangan ketika air menurun, tidak cukup hanya mendapat bantuan dari pihak-pihak tertentu tetapi membutuhkan perhatian serius dari pihak pemerintah dalam hal ini pemerintah provinsi maupun permerintah pusat dan semua komponen yang peduli akan kemanusiaan. (mabipai dt)

AIR MAKIN NAIK DI DANAU PANIAI

AIR MAKIN NAIK DI DANAU PANIAI
bukan hanya banjir saja yang terjadi sehingga begitu saja kering namun hingga kini air pun makin naik di danau paniai, akibatnya 13 orang korban bersama yang sementara menyeberang menuju yagai dari enarotali. sekitar lima orang korban ditemukan setelah bangkai dan terapung diatas air selain itu belum ditemukan hingga kini. bukan hanya itu semua kelangsungan hidup masyarakat paniai terganggu bahkan semua perumahan didekat danau sudah terendam air diantaranya awabutu, ipakiye, papato, kopo, madi, dagouto, bobaigo, kogekotu, wegamo, agapo, ekapo, kotopo, mitopibado bahkan sebagian dari lapangan terbang enarotali terendam dengan air. semua perahu, spith boat sedang menyeberang lapangan dan mulai memarkir perahu mereka di rumahnya masing-masing
informasi yang diterima sementara ini adalah air makin kunjung naik danau paniai. semua aktifitas macet di sekeliling danau paniai, masyarakat terganggu dalam pencarian nafka, semua nelayan semakin terganggu dalam penangkapan ikan, gagal panen bagi yang bertani, semua ternak terganggi nahkan mati.
ketika ditanya "hujan semakin berlanjut hingga kini dari dua minggu lalu" semua air tertampung di danau paniai dan tempa pembuangan air itu hanya di kali yawei dan air yang tertampung lebih banyak dibandingkna dengan pengeluaran air melalui kali yawei. dan "bencana yang terjadi dari generasi kegenerasi dari awal terbentuknya danau paniai hingga sekarang bencana kali ini lain diri yang biasanya terjadi" (kata salah seorang tua).
dengan demikian sementara ini pemerintah dalam hal ini bupati kabupaten paniai (Naftali Yogi, S.Sos) pada tiga hari yang lalu sudah menginvertigasi disepanjang tempat-tempat yang terendam air namun tidak ada bantuan yang diberikan kepada masyarakat tetapi hanya janji akan dibantu dibeberapa hari kemudian. dan beberpa waktu yang lalu dua DPRD kabupaten paniai (yusak nawipa S.Sos dan I. kobepa) meminta bantuan kepada pemerintah provinsi karena merasa tidak cukup dengan bantuan yang sudah diberikan berupa beras dan supermi dimasing masing rumah dan mendapat 5 kg beras dan sekitas 10 bungkus dan kebutuhan hidup masyarakat terutama kebutuhan akan makan/primer sangat kurang.
forum komunikasi mahasiswa paniai se-kota jayapura dan keerom sudah membentuk tim peduli bencana banjir pada minggu lalu sebagai rasa kepedulian mahasiswa terhadap orang tua dipaniai, dalam penggalangan dana sampai kini dana yang terkumpul sebanyak sekitar 20-an juta lebih. bantuan akan diturunkan di satu minggu kemudian berupa bahan makanan, "jelas ketua tim beni degei"
melihat perkembangan yang terjadi sekarang yang semakin naiknya air dan hujan yang berlanjutan hingga kini, lagi pula masyaraka akan mengalami kekurangan ketika air menurun, tidak cukup hanya mendapat bantuan dari pihak-pihak tertentu tetapi membutuhkan perhatian serius dari pihak pemerintah dalam hal ini pemerintah provinsi maupun permerintah pusat dan semua komponen yang peduli akan kemanusiaan. (mabipai dt)